Mahagenta adalah sebuah kelompok musik yang dibentuk pada tanggal 11 November 1996 oleh beberapa anak muda pada saat itu, yang memiliki minat dan bakat bermain musik. Berawal dari keinginan untuk berkreasi pada dunia seni musik dan menyemarakkan warna musik tanah air, kelompok ini terus berkembang baik dalam segi anggota, penciptaan karya, maupun pengorganisasiannya.

Sejalan alur romantika dalam proses pencarian jati diri sekian tahun, dengan segala kerendahan hati, Mahagenta berusaha tetap konsisten dalam berkarya meski arus musik di Indonesia saat ini sedang gencar diterpa musik barat.

“Along with romantism in self-finding process several years, with all lowliness, Mahagenta strive to be consistent in creations although western music influence is very strong in Indonesia”

Gambar-Home-4
Gambar-Home-3

Kolaborasi alat musik tradisional dengan alat musik konvensional membuat peluang tersendiri bagi berkembangnya penciptaan karya yang mengarah pada kemajuan budaya. Keterbukaan ini diyakini mampu membawa Mahagenta kepada perkembangan positif dalam bermusik. Dilandasi tekad dan semangat yang teguh, Mahagenta juga akan selalu berusaha untuk menginovasikan serta mengeksplorasikan gagasan brilyan dalam dunia seni musik, aktif dan produktif dalam memberikan sumbangan bagi kekayaan jenis musik di tanah air.

Bagi kelompok musik Mahagenta, bermain musik tidaklah cukup dengan hanya concern pada musiknya saja. Dalam penciptaan karya-karyanya, Mahagenta berpegang erat pada pandangan bahwa berkesenian itu tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai elemen pendukungnya.

“for Mahagenta, playing music is not just concern towards the music itself. In our creations, Mahagenta stick to a view that art is not standing alone, but influenced by many supporting elements”

Sebagai kelompok musik yang hidup dan berkembang di masa kini di mana nilai-nilai budaya yang bersifat tradisional nyaris tersingkir, Mahagenta tetap berupaya untuk tetap menghasilkan karya-karya bernuansa nusantara dengan sentuhan warna etnik tradisional. Namun demikian, Mahagenta mencoba menghindari kepicikan pada suatu bentuk musik tertentu dengan cara melibatkan apapun kemungkinan sumber suara yang dapat dibentuk dan mencari jalan bagi kekreatifan bermusik dengan mengeksplorasi berbagai alat musik tradisional maupun konvensional. 

Semoga

Mahagenta dapat menjadi garam bagi dunia kesenian di negeri ini, dan semoga keragaman budaya sungguh-sungguh dipandang sebagai kekayaan bangsa dan mempersatukan kita sehingga menjadi salah satu alat yang mendorong berkembangnya seni musik nasional yang akhirnya menjadi sebuah kebanggaan di negeri sendiri.

Gambar Home 2